[ PNPM Mandiri Perdesaan ] Sudah sadarkah Anda, bila sebenarnya pekerjaan Pendamping Lokal PNPM Mandiri Perdesaan seharusnya hanya menjadi pekerjaan sampingan bagi Anda?. Meskipun dalam prakteknya Anda pasti akan dikecam, ditelanjangi, dihajar dengan sikap tidak menyenangkan dan dikucilkan pelaku PNPM Tingkat Kecamatan lain seperti FK, FT, UPK bila Anda bersikap seolah menjadi freelancer. Dan siap-siaplah “digantung” dan “dikuliti” di setiap Musyarawarah Desa dan Musyawarah Antar Desa!. Apalagi saat rapat koordinasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Anda akan disiarkan bahwa PL kurang partisipatif dan tidak pernah masuk kerja!. Dua labelling itu sudah bisa membunuh karir Anda sebagai seorang pendamping lokal. Memang, Penanggung Jawab Operasional Kecamatan, FK, FT, UPK tidak bisa memecat Anda. Tapi label yang “ditempelkan” oleh mereka pada dahi Anda akan merusak wajah Anda setahun penuh di hadapan forum Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Pada tahun berikutnya, saudara-saudara KPMD PNPM Mandiri Perdesaan tidak akan memilih Anda kembali untuk menjadi PL. Dengan sendirinya, karier Anda di PNPM Mandiri Perdesaan akan TAMAT WAL AFIAT!.
Baiknya, jangan anggap pekerjaan PL PNPM Mandiri Perdesaan sebagai kerja freelance, meskipun Surat Edaran Menteri Dalam Negeri telah membatasi nominal transport Anda maksimal 500 ribu rupiah. Lebih bagus enjoy aja lagee… .
Perbaiki motivasi Anda menjadi seorang PL PNPM Mandiri Perdesaan. Jangan diniati cari duit.
Tapi niati aja bekerja untuk keluarga dan cari ilmu bermanfaat. Bekerja mencari nafkah untuk keluarga adalah ibadah. Dan mencari ilmu juga ibadah. Bila kita mati saat menjalankan tugas PL, kita akan masuk sorga!.
Ada nasehat dari Mas Nasution tentang motivasi hidup. Motivasi dalam hidupnya adalah “MELAKUKAN DAN MENGISI KEHIDUPAN DENGAN BENAR DAN APA ADANYA!”. Saat mengajarkan motivasi kehidupan ini, Nasution berumur 40 tahun. Sebelumnya, Nasution pernah menjadi produser rekaman musik Fariz RM dalam album Curse of Cozmic. Juga pernah menjadi solo web master situsnya Fariz RM dan Dian Pramana Putra. Kini beliau lebih enjoy menjadi pedagang pakaian khusus anak-anak di Jakarta.
Kekal Itu Tidak Di Sini!
Agaknya mantan produser ini konsisten memegang prinsip hidup, meskipun kehidupan tak pernah tetap. Berputar sesuai kehendak Yang Kuasa. Saat ini beliau menjadi pedagang pakaian khusus anak-anak, sesukses apapun menurutnya itu bukan pilihan pasti. Alasannya, Kanjeng Rosul (Nabi orang Islam Muhammad SAW) juga berhenti berdagang setelah sebelumnya Nabi SAW menjadi penggembala unta dan kambing. Bahkan Nasution dalam sms-nya mengatakan, “Saya hanya mengisi hidup apa adanya, syukur-syukur bisa menghidupi anak istri.” Mungkin saja sama seperti kita, Pendamping Lokal PNPM Mandiri Perdesaan!. [ heri ireng ]
sumber:http://plpnpm.wordpress.com/2010/08/14/perbaiki-motivasi-anda-jadi-pl/

