Sabtu, 26 April 2014

DARI YANG TERBUANG MENJADI UANG.


                Kerak atau kulit telur biasanya setelah dicari isinya terbuang dan menjadi sampah yang tidak berguna.  Tapi di Banjar Dauh Uma Kelurahan Bitera Gianyar , kulit telur yang tebuang ini disulap menjadi barang seni yang berharga. Seni lukis telur mulai digeluti warga Dauh Uma mulai tahun 80-an. Berawal dari adanya seniman lukis dari Banjar Dauh Uma, Kadek Suta yang kenal dengan seorang wisatawan yang memesan lukisan dengan telur. Sejak saat itulah, kerajinan seni lukis telur mulai menggeliat. Pangsa pasarnya pun keluar negeri. Mulai dari Jerman, Amerika, serta Australia dan beberapa negara lainya. Bahan Baku dari Lukisan Telur ini adalah Kulit Telur dari Burung, Itik Ungas, bahkan ada juga menggunakan telur Burung Onta yg didatangkan dari Australia. Dengan Harga berkisar antara Rp. 20.000 sampai 1.500.000,-
                Ni Wayan Sukerni, istri dari pengrajin  lukisan telur I Kadek Murta dari Banjar Dauhuma, yang dalam kesehariannya menjadi pengajar di TK Widya Darma Santhi Kelurahan Bitera, di sela waktu luangnya setelah mengajar ibu sukerni  ikut membantu suami didalam mengembangkan dan memproduksi lukisan telur. Kerajinan Lukisan telur dalam perjalanannya mengalami pasang surut, sejak kasus flu burung merebak, ekspor lukis telur mengalami penurunan. Wisatawan yang berkunjung tidak diperkenankan untuk membawa telur unggas tersebut ke negaranya. Banyak pengrajin yang kesulitan dalam memasarkan kerajinannya dan bahkan ada yang berhenti membuat lukisan telur.
             Didalam keterpurukan Usaha, ibu sukerni sebagai pendamping suami ingin membantu suami didalam usahanya. Sebagai kader Pemberdayaan yang sudah mengabdi untuk pembangunan kelurahan Bitera sejak 2003 dimana program PNPM-Mandiri Perdesaan saat itu masih bernama PPK dan pada tahun 2007 menjadi PNPM-Mandiri Perdesaan ,pada tahun 2010 mengajak para ibu-ibu yang bergelut di bidang usaha kerajinan untuk membentuk Kelompok  Perempuan dan mulai menerangkan adanya program SIMPAN PINJAM bagi kelompok PEREMPUAN  di UPK Kecamatan Gianyar. Dari Kelompok ibu PKK yang terbentuk yang awalnya beranggotakan 6 Orang Kelompok PKK Banjar Dauh Uma  Mengajukan permohonan pinjaman Kelompok SPP ke UPK Kecamatan Gianyar. Dan setelah dilakukan Verifikasi ternyata kelompok SPP tersebut disetujui didanai dengan besaran dana RP. 25.000.000,-
            Seiring Tambahan Modal yg diperoleh melalui SPP Perguliran UPK Kecamatan Gianyar, usaha yang digeluti Ibu sukerni dan suaminya bisa bertahan, namun lagi lagi ada Kendala. Sulitnya mendapatkan bahan baku, membuat perajin lukis kulit telur susah mendapatkan Kulit Telur yang bisa di lukis untuk dijadikan barang kerajinan. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan hasil kerajinan dari Ibu Sukerni dan warga Banjar Dauh Uma, Bitera. Dengan menggunakan kayu albesia para perajin mengolahnya menyerupai telur yang kemudian diberikan lukisan. Hasilnya, tak jauh beda dengan lukisan dengan menggunakan telur asli. Dari segi harga, tentunya lukisan telur kayu lebih murah dibandingkan dengan lukisan telur aslinya, tetapi juga tergantung dari ukuran telur itu sendiri.
      

Saat ini  penghasilan mereka rata-rata berkisar Rp 50 ribu hingga 100 ribu. Pemasaran dari kerajinan lukisan telur dipasarkan di Kuta, Sukawati dan beberapa objek wisata lainya di Bali.