Kerak atau kulit telur biasanya setelah dicari isinya
terbuang dan menjadi sampah yang tidak berguna.
Tapi di Banjar Dauh Uma Kelurahan Bitera Gianyar , kulit telur yang
tebuang ini disulap menjadi barang seni yang berharga. Seni
lukis telur mulai digeluti warga Dauh Uma mulai tahun 80-an. Berawal dari
adanya seniman lukis dari Banjar Dauh Uma, Kadek Suta yang kenal dengan seorang
wisatawan yang memesan lukisan dengan telur. Sejak saat itulah, kerajinan seni
lukis telur mulai menggeliat. Pangsa pasarnya pun keluar negeri.
Mulai dari Jerman, Amerika, serta Australia dan
beberapa negara lainya. Bahan Baku dari Lukisan Telur ini adalah Kulit Telur
dari Burung, Itik Ungas, bahkan ada juga menggunakan telur Burung Onta yg
didatangkan dari Australia. Dengan Harga berkisar antara Rp. 20.000 sampai
1.500.000,-
Ni
Wayan Sukerni, istri dari pengrajin
lukisan telur I Kadek Murta dari Banjar Dauhuma, yang dalam
kesehariannya menjadi pengajar di TK Widya Darma Santhi Kelurahan Bitera, di
sela waktu luangnya setelah mengajar ibu sukerni ikut membantu suami didalam mengembangkan dan
memproduksi lukisan telur. Kerajinan Lukisan telur dalam perjalanannya
mengalami pasang surut, sejak kasus flu burung merebak, ekspor lukis telur
mengalami penurunan. Wisatawan yang berkunjung tidak diperkenankan untuk
membawa telur unggas tersebut ke negaranya. Banyak pengrajin yang kesulitan
dalam memasarkan kerajinannya dan bahkan ada yang berhenti membuat lukisan
telur.
Didalam
keterpurukan Usaha, ibu sukerni sebagai pendamping suami ingin membantu suami
didalam usahanya. Sebagai kader Pemberdayaan yang sudah mengabdi untuk
pembangunan kelurahan Bitera sejak 2003 dimana program PNPM-Mandiri Perdesaan
saat itu masih bernama PPK dan pada tahun 2007 menjadi PNPM-Mandiri Perdesaan ,pada
tahun 2010 mengajak para ibu-ibu yang bergelut di bidang usaha kerajinan untuk
membentuk Kelompok Perempuan dan mulai
menerangkan adanya program SIMPAN PINJAM bagi kelompok PEREMPUAN di UPK Kecamatan Gianyar. Dari Kelompok ibu
PKK yang terbentuk yang awalnya beranggotakan 6 Orang Kelompok PKK Banjar Dauh
Uma Mengajukan permohonan pinjaman
Kelompok SPP ke UPK Kecamatan Gianyar. Dan setelah dilakukan Verifikasi
ternyata kelompok SPP tersebut disetujui didanai dengan besaran dana RP. 25.000.000,-
Seiring
Tambahan Modal yg diperoleh melalui SPP Perguliran UPK Kecamatan Gianyar, usaha
yang digeluti Ibu sukerni dan suaminya bisa bertahan, namun lagi lagi ada
Kendala. Sulitnya mendapatkan bahan baku, membuat perajin lukis kulit telur
susah mendapatkan Kulit Telur yang bisa di lukis untuk dijadikan barang
kerajinan. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan hasil kerajinan dari Ibu
Sukerni dan warga Banjar Dauh Uma, Bitera. Dengan menggunakan kayu albesia para
perajin mengolahnya menyerupai telur yang kemudian diberikan lukisan. Hasilnya,
tak jauh beda dengan lukisan dengan menggunakan telur asli. Dari segi harga,
tentunya lukisan telur kayu lebih murah dibandingkan dengan lukisan telur
aslinya, tetapi juga tergantung dari ukuran telur itu sendiri.
Saat
ini penghasilan mereka rata-rata
berkisar Rp 50 ribu hingga 100 ribu. Pemasaran dari kerajinan lukisan telur
dipasarkan di Kuta, Sukawati dan beberapa objek wisata lainya di Bali.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar