Senin, 08 September 2014

Peserta Lokakarya Nasional Apresiasi Pelaksanaan Swakelola di Gianyar




Peserta Lokakarya Nasional dari Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Dalam Negeri apresiasi pelaksanaan program swakelola yang berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut terungkap saat kunjungan 320 peserta Lokakarya ke lokasi kegiatan Program Siaga Desa Swatantra di Banjar Pisang Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, (3/8).
Perbekel Taro, I Wayan Suardika mengatakan kegiatan perkerasan jalan menuju sumber mata air di Banjar Pisang Kelod didanai Pemkab Gianyar melalui Program Siaga Desa Swatantra atau Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) dengan alokasi Rp 120 juta. Dana tersebut dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Taro untuk membiayai kegiatan yang diusulkan tahun lalu melalui Musrenbang. Jalan selebar 3m dan panjang 526m yang rencananya diserahterimakan pada akhir tahun 2014, dibangun ditegah perkebunan warga nantinya diharapkan berfungsi sebagai sarana transportasi warga sekitar.
Ketua Rombongan Kasubdit Pembangunan Partisipatif Ditjen PMD Kementrian Dalam Negeri, Drs. Benni Irwan sangat mengapresiasi pelaksanaan swakelola di Gianyar. Pelaksanaan swakelola di Kabupaten Gianyar paling ideal di indonesia, disamping didukung berbagai regulasi, pelaksanaannya juga sudah bisa dilaksanakan LPM. Hal tersebut merupakan penjabaran dari kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan yang diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah daerah. Pemkab Gianyar sangat antusias mendukung pelaksanaan pembangunan dengan sistem swakelola, dimana di Gianyar juga telah tersedia kelembagaan pendukung program di tingkat desa. Kedepan jika pelaksanaan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa dilaksanakan, Gianyar akan paling siap.
Sebelumnya seluruh peserta lokakarya diterima Pemkab Gianyar di Stage Sidan, Gianyar. Pada sesi tersebut peserta diberikan penjelasan terkait regulasi kebijakan oleh Kabag Hukum Setda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Nyoman Tirta. Penjelasan Sistem Perencanaan Terintegrasi Oleh Sekretaris Bappeda, dan Penjelasan terkait Perda No 03 tahun 2012 oleh Perwakilan DPRD Kabupaten Gianyar, Ni Luh Yuniati, I Wayan Sudiartana dan I Ketut Sudiasa.

(Musyawarah Antar Desa) MAD Khusus



                Menindaklanjuti, surat kementrian Dalam Negeri nomor 900/5383/PMD, tanggal11 Juli 2014 tentang Pemotongan Dana Urusan Bersama (DUB), Kelembagaan BKAD Kecamatan Gianyar dibawah pembinaan Camat dan Penanggung Penanggungjawab Operasional kecamatan untuk program PNPM-MPd di kecamatan Gianyar menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) guna menginformasikan dan membahas bersama dengan masyarakat  terkait pemotongan dana tersebut.
                Acara MAD dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Agustus 2014 yang mengambil tempat di Gedung Pertunjukan (Stage) Desa Sidan Kecamatan Gianyar. MAD ini dihadiri oleh Utusan Desa Yang merupakan Badan Kerjasama Desa/Kelurahan Sekecamatan Gianyar yang berjumlah 102 Orang yang merupakan 6 orang utusan desa dari 12 Desa dan 5 Kelurahan se-kecamatan Gianyar. MAD yang dilaksanakan di desa Sidan ini selain membahas tentang Pemotongan DUB, juga dibarengi dengan pembahasan penataan kelembagaan BKAD Kecamatan Gianyar.Dalam Kesempatan hadir pula sebagai narasumber dari Badan Pemberdayaan MasyarakatDesa (BPMD) kabupaten Gianyar yang memberikan pemaparan tentang penghematan dana dari pemerintah pusat dan pemotongan DUB. Disamping itu hadir pula bapak I Kadek Suardika dari Fasilitator Kabupaten Gianyar dan ibu Wayan Wetini Fas.Keu. Kabupaten Gianyar memberikan penjelasan tentang Penataan Kelembagaan dan pemetaan pembagunan berbasis kawasan, serta perubahan perencanaan keuangan kelembagaan.

Acara MAD yang rencananya dibuka oleh Bapak Camat Gianyar A.A. Gd. Putrawan ,S.Sos, Msi. akhirnya dibuka oleh PJOK Kecamatan Gianyar Bapak I Wayan Gede Subayasa, S.Sos, MM Karena bapak camat berhalangan hadir untuk kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. Setelah acara seremonial pembukaan selesai MAD dilanjutkan dengan Musyawarah pembahasan yang dipimpin Ketua BKAD bapak I Nyoman Gd Separta Putra, ST. dan didampingi Sekretaris BKAD bapak A.A.Gde Bagus Udayana.


Pembahasan pemotongan dana kegiatan PNPM-MPd TA.2014  berjalan lancar dengan keputusan pemotongan dana masing-masing desa yang mendapatkan kegiatan dipotong dananya secara proporsional dengan memperhitungkan tidak mengurangi manfaat dari kegiatan . Pembahasan teknis pengurangan dana kegiatan juga sudah dibahas di pertemuan-pertemuan Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPK) sebelumnya yang difasilitasi Pelaksana harian BKAD dengan Fasilitator Kecamatan. Dari hasil keputusan MAD tersebut akan ditindaklanjuti dengan Musyawarah Desa (MD) informasi terkait perubahan Rencana Anggaran Biaya(RAB) kegiatan di masing-masing desa pemanfaat penerima dana PNPM-MPd TA.2014.
Pembahasan penataan kelembagaan yang mengacu pada PTO 2014 menetapkan Tim Pendanaan sebagai kelembagaan pendukung BKAD yang memutuskan pendanaan dari kegiatan Perguliran Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) UPK BKAD Kecamatan Gianyar. Pada kesempatan itu ditetapkan juga pengurus Tim Pendanaan  dimana Bapak Dewa Oka, Pengurus LPD desa Beng dari Kelurahan Beng  sebagai Ketua Tim. Disamping itu di tetapkan pula perubahan perencanaan keuangan Kelembagaan.
Pada sesi terakhir MAD dibahas dan ditetapkan Prioritas Usulan kegiatan BLM Tani TA.2014 dimana dari 12 Desa dan 5 Kelurahan hanya Kelurahan Gianyar yang tidak mengakses dikarenakan kondisi geografisnya yang daerah perkotaan dan berada di jantung  ibu kota Kabupaten Gianyar. Total dana BLM tani untuk kecamatan Gianyar sebesar Rp. 1.190.000.000,-  untuk usulan kegiatan pengadaan bibit Sapi dan traktor.

                Secara umum, pelaksanaan MAD berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang mufakat,persiapan dan kesigapan dari Tim Penyelenggara Musyawarah (TPM) dari TPP Kelembagaan BKAD kecamatan Gianyar mendapatkan apresiasi dari PJOKecamatan Gianyar yang disampaikan di acara penutupan MAD.

Kamis, 15 Mei 2014

Sedikit Membawa Berkah (warga RTM punya MCK)


Kondisi kemiskinan sering berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat, salah satunya adalah kesehatan keluarga. Kondisi kemiskinan RTM di salah satu Desa Di Kabupaten Gianyar, tepatnya di desa Serongga Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar menyebabkan dampak kesehatan bagi keluarga tersebut. Ketersediaan fasilitas MCK di RTM tersebut tidak ada dan kurang memadai sehingga selain berpengaruh pada kesehatan keluarga juga berpengaruh pada kesehatan lingkungan.
            Dana Sosial RTM yang diperoleh dari Surplus Pengelolaan Dana SPP UPK  Kecamatan Gianyar, Berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Antar desa (MAD) menetapkan bahywa setiap desa anggota kelembagaan BKAD Kecamatan Gianyar Mendapatkan Dana Bansos RTM sebesar Rp 7.519.000 untuk dana kegiatan dan Operasional pelaksanaan kegiatan Bansos, dana tersebut diperoleh dari  jumlah dana sosial RTM  per 2013 dengan besaran  Rp 127.823.000 yang dibagi kepada 17 desa oleh  anggota BKAD Kec. Gianyar.
            Desa serongga dalam musyawarah desa perencanaan  penentuan usulan kegiatan bansos RTM memutuskan  menggunakan dana tersebut untuk pembuatan  MCK bagi  RTM yang tidak memiliki MCK. Hasil dari musyawarah memutuskan Keluarga I Wayan Balik Artana  akan dibuatkan fasilitas MCK oleh Tim pelaksana Kegiatan (TPK) lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Serongga. Seiring waktu berjalan, pelaksanaan pembangunan MCK selesai tanpa ada penambahan swadaya dari RTM bersangkutan .Dan akhirnya pada tanggal 26 April 2014 dilaksanakanlan serah terima dan pertanggung jawaban terhadap penggunaan dana yang dihadiri pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut seperti Kepala Dusun, LPM, Kelompok SPP Desa Serongga, dll.
            Bansos  RTM sangat dirasakan Manfaatnya bagi RTM, mereka sangat berterima kasih sekali sudah diberikan bantuan berupa fasilitas MCK, ini merupakan salah satu kepedulian masyarakat desa di kecamatan gianyar terhadap Masyarakat RTM khususnya untuk para Ibu/Kelompok Perempuan yang tergabung dalam Kelompok SPP binaan Kelembagaan UPK BKAD Kecamatan Gianyar dalam ikut serta mengentaskan kemiskinan sesuai program Pemerintah.

 










Serah Terima MCK Kepada RTM Oleh PERBEKEL SERONGGA A.A Gede Bagus Udayana

Sabtu, 26 April 2014

DARI YANG TERBUANG MENJADI UANG.


                Kerak atau kulit telur biasanya setelah dicari isinya terbuang dan menjadi sampah yang tidak berguna.  Tapi di Banjar Dauh Uma Kelurahan Bitera Gianyar , kulit telur yang tebuang ini disulap menjadi barang seni yang berharga. Seni lukis telur mulai digeluti warga Dauh Uma mulai tahun 80-an. Berawal dari adanya seniman lukis dari Banjar Dauh Uma, Kadek Suta yang kenal dengan seorang wisatawan yang memesan lukisan dengan telur. Sejak saat itulah, kerajinan seni lukis telur mulai menggeliat. Pangsa pasarnya pun keluar negeri. Mulai dari Jerman, Amerika, serta Australia dan beberapa negara lainya. Bahan Baku dari Lukisan Telur ini adalah Kulit Telur dari Burung, Itik Ungas, bahkan ada juga menggunakan telur Burung Onta yg didatangkan dari Australia. Dengan Harga berkisar antara Rp. 20.000 sampai 1.500.000,-
                Ni Wayan Sukerni, istri dari pengrajin  lukisan telur I Kadek Murta dari Banjar Dauhuma, yang dalam kesehariannya menjadi pengajar di TK Widya Darma Santhi Kelurahan Bitera, di sela waktu luangnya setelah mengajar ibu sukerni  ikut membantu suami didalam mengembangkan dan memproduksi lukisan telur. Kerajinan Lukisan telur dalam perjalanannya mengalami pasang surut, sejak kasus flu burung merebak, ekspor lukis telur mengalami penurunan. Wisatawan yang berkunjung tidak diperkenankan untuk membawa telur unggas tersebut ke negaranya. Banyak pengrajin yang kesulitan dalam memasarkan kerajinannya dan bahkan ada yang berhenti membuat lukisan telur.
             Didalam keterpurukan Usaha, ibu sukerni sebagai pendamping suami ingin membantu suami didalam usahanya. Sebagai kader Pemberdayaan yang sudah mengabdi untuk pembangunan kelurahan Bitera sejak 2003 dimana program PNPM-Mandiri Perdesaan saat itu masih bernama PPK dan pada tahun 2007 menjadi PNPM-Mandiri Perdesaan ,pada tahun 2010 mengajak para ibu-ibu yang bergelut di bidang usaha kerajinan untuk membentuk Kelompok  Perempuan dan mulai menerangkan adanya program SIMPAN PINJAM bagi kelompok PEREMPUAN  di UPK Kecamatan Gianyar. Dari Kelompok ibu PKK yang terbentuk yang awalnya beranggotakan 6 Orang Kelompok PKK Banjar Dauh Uma  Mengajukan permohonan pinjaman Kelompok SPP ke UPK Kecamatan Gianyar. Dan setelah dilakukan Verifikasi ternyata kelompok SPP tersebut disetujui didanai dengan besaran dana RP. 25.000.000,-
            Seiring Tambahan Modal yg diperoleh melalui SPP Perguliran UPK Kecamatan Gianyar, usaha yang digeluti Ibu sukerni dan suaminya bisa bertahan, namun lagi lagi ada Kendala. Sulitnya mendapatkan bahan baku, membuat perajin lukis kulit telur susah mendapatkan Kulit Telur yang bisa di lukis untuk dijadikan barang kerajinan. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan hasil kerajinan dari Ibu Sukerni dan warga Banjar Dauh Uma, Bitera. Dengan menggunakan kayu albesia para perajin mengolahnya menyerupai telur yang kemudian diberikan lukisan. Hasilnya, tak jauh beda dengan lukisan dengan menggunakan telur asli. Dari segi harga, tentunya lukisan telur kayu lebih murah dibandingkan dengan lukisan telur aslinya, tetapi juga tergantung dari ukuran telur itu sendiri.
      

Saat ini  penghasilan mereka rata-rata berkisar Rp 50 ribu hingga 100 ribu. Pemasaran dari kerajinan lukisan telur dipasarkan di Kuta, Sukawati dan beberapa objek wisata lainya di Bali.